Lintasharian.com, Baturaja – Halaman SMP Negeri 1 OKU tampak semarak, Jumat (22/5/2026), saat para siswa menampilkan beragam kreasi makanan sehat dalam kegiatan karya kokurikuler bertajuk Bazar Remaja Melek Gizi, Mencegah Stunting Sejak Dini.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Kadarisman. Menurutnya, program seperti ini bukan sekadar bazar biasa, tetapi menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk memahami pentingnya pola hidup sehat sejak usia remaja.
Berbagai menu makanan bergizi hasil olahan siswa dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Suasana semakin meriah dengan penampilan seni tari, pencak silat, pertunjukan menyanyi hingga aksi siswa berprestasi di ajang O2SN dan FLS2N.
Kadarisman menilai kegiatan kokurikuler semacam ini mampu membentuk karakter siswa sekaligus menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan.
“Anak-anak tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga belajar langsung bagaimana memilih makanan sehat, bekerja sama dan mengembangkan kreativitas mereka,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa asupan gizi yang baik memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan dan kemampuan belajar siswa. Menurutnya, generasi muda membutuhkan pola makan sehat agar tumbuh optimal dan memiliki daya saing.
“Kalau kebutuhan gizinya terpenuhi, anak-anak tentu lebih sehat, lebih aktif dan lebih fokus saat belajar. Ini penting untuk mendukung lahirnya generasi yang cerdas dan berkualitas,” katanya.
Kadarisman berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran di luar ruang kelas.
“Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Dari kegiatan seperti ini anak-anak bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 OKU, Nyi Ayu Nova Mulia mengatakan kegiatan bazar tersebut merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah dengan tema makanan sehat untuk pencegahan stunting sejak dini.
Menurutnya, melalui kegiatan itu siswa diajak lebih memahami pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan mulai peduli terhadap pola makan sehari-hari.
“Harapannya anak-anak bisa mengetahui mana makanan yang sehat dan baik untuk tubuh mereka, sehingga lebih peduli terhadap asupan yang dikonsumsi setiap hari,” tandasnya. (jpn)
