Bagikan 555 Kg Telur untuk Balita, PKK dan Dinkes OKU Genjot Target Zero Stunting

OKU32 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus digencarkan. Tim Penggerak PKK OKU bersama Dinas Kesehatan OKU menyalurkan bantuan telur ayam dan makanan tambahan bagi balita serta ibu hamil yang berisiko stunting.

Sebanyak 555 kilogram telur ayam dibagikan kepada 185 balita yang terindikasi atau berisiko stunting yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten OKU.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP PKK OKU, Hj Zwesty Karenia Teddy, dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten OKU, yang dipusatkan di Taman Kota Baturaja, Rabu (11/3/2026).

Ketua TP PKK OKU, Hj Zwesty Karenia Teddy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama TP PKK dalam mencegah stunting sekaligus mendukung terwujudnya OKU zero stunting.

Menurutnya, saat ini angka stunting di Kabupaten OKU sudah relatif kecil. Meski begitu, berbagai langkah pencegahan tetap dilakukan agar angka tersebut dapat terus ditekan.

“Bisa dikatakan angka stunting di OKU sudah sangat sedikit. Namun kita tidak ingin terlena, karena upaya pencegahan harus terus dilakukan agar target OKU zero stunting dapat terwujud,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Reni itu menambahkan, salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan anak-anak yang terindikasi berisiko stunting mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Melalui program tersebut, balita dan ibu hamil diberikan tambahan nutrisi berupa telur, susu, serta makanan tambahan lainnya guna menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

“Kita ingin anak-anak di OKU tumbuh sehat dengan perkembangan yang baik. Begitu juga ibu hamil, diharapkan bisa melahirkan generasi yang sehat dan bebas dari stunting,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya SKM MKes, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Fitriyanti, menjelaskan bahwa bantuan telur tersebut diberikan kepada 185 balita yang terdata berisiko stunting di seluruh kecamatan.

Setiap balita menerima 1 kilogram telur setiap bulan yang nantinya akan didistribusikan melalui puskesmas di wilayah masing-masing.

“Khusus hari ini kita serahkan sekaligus 3 kilogram telur untuk kebutuhan tiga bulan, mulai Januari sampai Maret. Penyerahannya dilakukan secara simbolis kepada perwakilan balita,” jelasnya.

Selain telur, penerima bantuan juga mendapatkan paket makanan tambahan seperti susu dan produk bergizi lainnya.
Deddy menegaskan, Pemerintah Kabupaten OKU terus berupaya maksimal menekan angka stunting melalui berbagai program intervensi gizi dan pendampingan kesehatan.

“Target kita tentu angka stunting di OKU terus menurun, bahkan kalau bisa mencapai zero stunting,” pungkasnya. (*)