Thursday, 24 September 2026 | --:--:-- WIB
BANNERs
bannere

FTBI OKU 2026 Meriah, Puluhan Murid SD Unjuk Kemampuan Bahasa Ogan dan Komering

jeki Purnomo Jeky 23 Sep 2026, 22:37 WIB
FTBI OKU 2026 Meriah, Puluhan Murid SD Unjuk Kemampuan Bahasa Ogan dan Komering Kadisdik OKU Kadarisman, S.Ag., M.Si., bersama panitia dan juri saat mengikuti rangkaian Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SD Kabupaten OKU di City Mall Baturaja. (Foto : Lintasharian.com)
Galeri Foto 10
Klik untuk memperbesar

Baturaja, Lintasharian.com – Panggung Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tak sekadar menjadi tempat perlombaan. Selama tiga hari, 21-23 September 2026, para murid menunjukkan kemampuan sekaligus keberanian menggunakan bahasa daerah di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten OKU tersebut berlangsung di City Mall Baturaja. Beragam penampilan, mulai dari puisi, cerita pendek, mendongeng hingga pidato, mewarnai jalannya perlombaan. Sejumlah peserta juga tampil percaya diri dengan kostum yang menarik dan disesuaikan dengan penampilan masing-masing.

FTBI tahun ini menjadi giliran murid jenjang SD setelah sebelumnya kegiatan serupa diperuntukkan bagi jenjang SMP.

Kepala Dinas Pendidikan OKU Kadarisman, S.Ag., M.Si., mengapresiasi antusiasme para peserta, guru pendamping, panitia hingga dewan juri yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Kadarisman menyebut FTBI merupakan agenda rutin yang juga menjadi bagian dari program Kementerian Pendidikan. Kegiatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.

BACA JUGA

β€œBahasa daerah adalah identitas, akar budaya, dan warisan luhur yang membanggakan,” ujar Kadarisman.

Ia menambahkan, para peserta yang berhasil meraih juara di setiap kategori nantinya akan membawa nama Kabupaten OKU untuk tampil pada tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Kadarisman juga memberikan semangat kepada peserta yang belum mendapatkan juara. Keberanian tampil dan mengikuti seluruh rangkaian perlombaan, kata dia, sudah menjadi bagian dari prestasi tersendiri.

β€œYang menjadi pemenang, selamat. Itu hasil dari jerih payah dan keseriusan anak-anak selama mengikuti perlombaan. Ini juga tidak lepas dari kerja baik pendamping dan pelatih,” katanya.

Bagi peserta yang belum berhasil membawa pulang juara, Kadarisman meminta agar tidak berkecil hati. Ia mengingatkan para pelajar untuk tetap bersemangat belajar dan terus mengembangkan kemampuan.

β€œJangan kecewa, putus asa, dan patah semangat. Anak-anak sudah hebat, pintar, cerdas dan kreatif. Tetap belajar karena kalian adalah masa depan yang kami doakan menjadi anak-anak sukses,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia FTBI yang juga Kabid Pembinaan dan Pelayanan SD Dinas Pendidikan OKU Hendri Wijaya, S.Ag., M.Si., didampingi Kasi Kurikulum dan Penilaian SD Bobby Rahmadi, SE.Par., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi.

FTBI menjadi salah satu ruang untuk menjaga keberadaan bahasa daerah agar tetap dikenal dan digunakan oleh generasi muda.

β€œFestival Tunas Bahasa Ibu ini tidak hanya mengadakan kompetisi, tetapi juga merawat kebhinekaan dan memastikan bahasa daerah tetap hidup di tangan generasi muda,” katanya.

Hendri memastikan proses penilaian dilakukan dengan melibatkan dewan juri yang memiliki pengalaman di bidang bahasa daerah.

Pada FTBI bahasa Ogan, terdapat empat kategori yang diperlombakan. Masing-masing yakni puisi dengan 23 peserta, cerita pendek 16 peserta, mendongeng 20 peserta dan pidato 18 peserta. Total terdapat 77 peserta yang mengikuti kategori bahasa Ogan.

Sementara untuk bahasa Komering, kategori puisi diikuti 14 peserta, cerita pendek sembilan peserta, mendongeng 10 peserta dan pidato sembilan peserta. Total peserta pada kategori bahasa Komering mencapai 42 orang.

Selain FTBI, rangkaian kegiatan juga diramaikan Festival Tari Nusantara yang diikuti 23 peserta.

Rangkaian perlombaan berlangsung secara bertahap. Hari pertama, Senin (21/9/2026), peserta mengikuti lomba FTBI khusus bahasa Ogan. Hari kedua dilanjutkan dengan perlombaan bahasa Komering, sedangkan hari ketiga sekaligus penutupan diisi dengan Festival Tari Nusantara.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, FTBI diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi murid OKU untuk terus mengenal, menggunakan, dan menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah. (jpn)