Gerak Cepat! Bupati OKU Luncurkan Pengurasan Pipa Demi Air Bersih Warga

OKU20 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Upaya meningkatkan kualitas layanan air bersih terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Menindaklanjuti keluhan pelanggan terkait kondisi air yang kurang jernih, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, SSTP., M.M., M.Pd., turun langsung meluncurkan program pengurasan jaringan perpipaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Raja, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah bersama PDAM Tirta Raja untuk memastikan air yang diterima masyarakat lebih bersih dan layak digunakan. Pengurasan dilakukan di sejumlah titik strategis di wilayah Baturaja, yang selama ini dikeluhkan pelanggan.

“Ini bentuk respon cepat atas masukan masyarakat. Kita ingin memastikan air yang sampai ke rumah warga benar-benar dalam kondisi baik dan jernih,” ujar Teddy di sela kegiatan, didampingi Direktur Perumda Tirta Raja, Bertho Darmo Poedjo Asmanto, M.B.A., CIM.

Menurut Teddy, perbaikan kualitas air tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses bertahap dan konsistensi. Karena itu, ia meminta agar kegiatan pengurasan jaringan pipa ini dapat dilakukan secara berkala agar hasilnya lebih optimal.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat PDAM Tirta Raja yang dinilai responsif terhadap keluhan pelanggan. Menurutnya, peningkatan layanan publik harus dibarengi dengan komitmen dan kerja nyata di lapangan.

“Ke depan kegiatan seperti ini harus rutin, bisa tiga bulan sekali atau menyesuaikan kondisi teknis. Yang terpenting, masyarakat merasakan langsung perbaikan layanan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Raja, Bertho Darmo Poedjo Asmanto menjelaskan bahwa pengurasan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Instalasi Pengolahan Air (WTP) Bakung. Pada tahap awal, terdapat empat titik pembuangan yang menjadi fokus, masing-masing dua titik di kawasan Bakung dan dua lainnya di jalur Jalan Lintas Sumatera.

Dari proses tersebut, ditemukan endapan lumpur dalam jumlah besar yang telah menumpuk selama bertahun-tahun di dalam jaringan pipa. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas air yang diterima pelanggan.

“Setelah kami lakukan uji coba, ternyata volume endapan cukup signifikan. Ini yang selama ini mempengaruhi kualitas air,” jelas Bertho.

Ia menambahkan, proses pengurasan dilakukan dengan teknik pendorongan air bertekanan tinggi dari WTP Bakung menggunakan peralatan khusus, sehingga lumpur yang mengendap dapat terdorong keluar melalui titik pembuangan yang telah disiapkan.

Dalam pelaksanaannya, sekitar 140 sambungan rumah (SR) terdampak sementara selama proses berlangsung. Namun, Bertho memastikan durasi pekerjaan relatif singkat, hanya berkisar antara 30 menit hingga satu jam.

“Harapan kami, setelah proses ini, kualitas air yang diterima pelanggan akan jauh lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten II Hasan HD, Asisten III Romson Fitri, Camat Baturaja Timur Doni Herdadi, serta Kepala Dinas Perkim Muzaim Aliansyah. (*)