Harga Gabah Naik, Pupuk Melimpah, Petani OKU Timur Kompak Dukung Swasembada Pangan Prabowo

Ekonomi20 Dilihat

Martapura, Lintasharian.com — Semangat petani di Kabupaten OKU Timur untuk mewujudkan swasembada pangan nasional semakin menggelora. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Makmur Desa Srimulyo, Kecamatan Belitang Mulya, secara tegas menyatakan siap mendukung penuh program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Deklarasi dukungan tersebut digelar di Balai Desa Srimulyo, Senin (25/5/2026), dan dihadiri para petani, penyuluh pertanian, hingga unsur serikat pekerja pertanian. Suasana penuh optimisme tampak mewarnai kegiatan itu, seiring meningkatnya kesejahteraan petani yang mulai dirasakan langsung di lapangan.

Koordinator Lapangan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Belitang Mulya, Eko Suparyanto, mengatakan bahwa kondisi pertanian di OKU Timur saat ini semakin menggembirakan. Harga gabah yang terus meningkat membuat para petani semakin bersemangat untuk menanam padi.

Menurutnya, Gabungan Kelompok Tani Subur Makmur juga telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga para petani merasa lebih aman dan terlindungi saat bekerja di sektor pertanian.

“Dengan adanya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, petani menjadi lebih tenang dalam bekerja dan semakin siap mendukung program swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Iwan, salah satu anggota Gabungan Kelompok Tani Subur Makmur Desa Srimulyo, menegaskan kesiapan petani untuk mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ia menilai program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendorong kemajuan masyarakat Indonesia.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Banyak kebijakan pemerintah yang dampaknya langsung dirasakan oleh petani, seperti penetapan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Bahkan sekarang harga gabah di tingkat petani mencapai Rp7.000 per kilogram,” katanya.

Selain harga gabah yang meningkat, lanjutnya, subsidi pupuk yang semakin besar serta ketersediaan pupuk yang melimpah turut membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Di tempat yang sama, Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sumatera Selatan, Cecep Wahyudin, mengatakan bahwa seluruh pekerja, termasuk petani, wajib mendapatkan perlindungan dari negara melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Cecep, perlindungan tersebut sangat penting untuk memberikan jaminan kepada petani apabila mengalami kecelakaan kerja saat menjalankan aktivitas di sektor pertanian.

“Ini merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap para petani. Karena itu, mari kita dukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang pertanian, sebab kebijakan tersebut terbukti mampu meningkatkan taraf hidup petani, khususnya di Kabupaten OKU Timur,” pungkasnya. (*)

Martapura, Pariwaraoku.com — Semangat petani di Kabupaten OKU Timur untuk mewujudkan swasembada pangan nasional semakin menggelora. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Makmur Desa Srimulyo, Kecamatan Belitang Mulya, secara tegas menyatakan siap mendukung penuh program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Deklarasi dukungan tersebut digelar di Balai Desa Srimulyo, Senin (25/5/2026), dan dihadiri para petani, penyuluh pertanian, hingga unsur serikat pekerja pertanian. Suasana penuh optimisme tampak mewarnai kegiatan itu, seiring meningkatnya kesejahteraan petani yang mulai dirasakan langsung di lapangan.

Koordinator Lapangan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Belitang Mulya, Eko Suparyanto, mengatakan bahwa kondisi pertanian di OKU Timur saat ini semakin menggembirakan. Harga gabah yang terus meningkat membuat para petani semakin bersemangat untuk menanam padi.

Menurutnya, Gabungan Kelompok Tani Subur Makmur juga telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga para petani merasa lebih aman dan terlindungi saat bekerja di sektor pertanian.

“Dengan adanya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, petani menjadi lebih tenang dalam bekerja dan semakin siap mendukung program swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Iwan, salah satu anggota Gabungan Kelompok Tani Subur Makmur Desa Srimulyo, menegaskan kesiapan petani untuk mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ia menilai program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendorong kemajuan masyarakat Indonesia.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Banyak kebijakan pemerintah yang dampaknya langsung dirasakan oleh petani, seperti penetapan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Bahkan sekarang harga gabah di tingkat petani mencapai Rp7.000 per kilogram,” katanya.

Selain harga gabah yang meningkat, lanjutnya, subsidi pupuk yang semakin besar serta ketersediaan pupuk yang melimpah turut membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Di tempat yang sama, Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sumatera Selatan, Cecep Wahyudin, mengatakan bahwa seluruh pekerja, termasuk petani, wajib mendapatkan perlindungan dari negara melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Cecep, perlindungan tersebut sangat penting untuk memberikan jaminan kepada petani apabila mengalami kecelakaan kerja saat menjalankan aktivitas di sektor pertanian.

“Ini merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap para petani. Karena itu, mari kita dukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang pertanian, sebab kebijakan tersebut terbukti mampu meningkatkan taraf hidup petani, khususnya di Kabupaten OKU Timur,” pungkasnya. (*)