Lintasharian.com, Baturaja – Karya komik digital bertema pelestarian budaya mengantarkan Almira Attazkia, murid kelas XII SMAN 4 OKU, meraih Juara 1 Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Prestasi itu sekaligus memastikan dirinya menjadi wakil Sumsel pada ajang FLS3N tingkat nasional.
Pengumuman pemenang disampaikan pada Jumat (24/7/2026). Bagi Almira, keberhasilan ini menjadi pencapaian yang paling membanggakan selama mengikuti berbagai perlombaan sejak duduk di bangku sekolah dasar.
“Alhamdulillah, saya senang sekali. Dari SD biasanya prestasi saya mentok di tingkat kabupaten. Sekarang akhirnya bisa lolos sampai tingkat nasional,” ujar Almira.
Komik berjudul Resonant Tides yang dibuatnya bercerita tentang seorang anak yang sejak kecil mencintai budaya daerah. Ketika tumbuh dewasa, tokoh tersebut menyadari bahwa warisan budaya tetap memiliki tempat di tengah kehidupan modern.
Lewat cerita itu, Almira ingin mengajak generasi muda agar tidak melupakan identitas budayanya. Menurutnya, kain songket maupun jumputan masih sangat relevan digunakan oleh anak muda, meski kini mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Inspirasi tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya. Saat kelas X, ia pernah belajar membuat kain jumputan di sekolah, sedangkan motif songket dalam komiknya terinspirasi dari kain warisan milik neneknya yang masih disimpan keluarga.
“Saya ingin menunjukkan kalau budaya kita itu tetap keren dan masih cocok dipakai sekarang. Jangan sampai generasi muda melupakan warisan budaya sendiri,” katanya.
Komik digital tersebut dikerjakan menggunakan aplikasi Ibis Paint. Prosesnya memakan waktu sekitar satu bulan, mulai dari mencari ide, menyusun alur cerita, membuat sketsa panel, hingga proses pewarnaan dan penyelesaian akhir.
Di balik hasil yang diraih, Almira mengaku tantangan terberat justru membagi waktu antara mengerjakan komik dengan tugas-tugas sekolah yang datang bersamaan.
Kini, fokusnya tertuju pada persiapan menghadapi FLS3N tingkat nasional. Berbeda dengan seleksi sebelumnya, peserta akan diminta membuat karya secara langsung di lokasi lomba sehingga kemampuan mengembangkan ide menjadi salah satu faktor penting.
“Saya terus latihan menggambar dan belajar supaya ide tidak kaku saat lomba nanti. Target saya tentu ingin memberikan hasil terbaik dan membawa nama Kabupaten OKU menjadi juara di tingkat nasional,” ungkapnya.
Kepala SMAN 4 OKU, Hj. Jumiati, S.Pd., M.M., mengatakan prestasi yang diraih Almira merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler serta pendampingan secara rutin.
“Sekolah selalu memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Almira menunjukkan bahwa dengan pembinaan yang konsisten, murid mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Jumiati, sekolah tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi murid untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi, baik di bidang seni maupun akademik.
Ia berharap keberhasilan Almira menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk terus berkarya dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih Almira. Semoga langkahnya di tingkat nasional nanti berjalan lancar, meraih hasil terbaik, serta membawa nama baik SMAN 4 OKU, Kabupaten OKU, dan Sumatera Selatan,” tutupnya. (jpn)
