Lintasharian.com, Baturaja – Urusan air bersih di sekolah tak luput dari perhatian serius Pemerintah Kabupaten OKU. Selasa (3/3/2026), Direktur Utama Perumda Tirta Raja, H. Bertho Darmo Poedjo Asmanto, turun langsung ke lapangan mendampingi Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, meninjau kesiapan sistem air di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 45 OKU.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas penunjang di sekolah benar-benar siap digunakan. Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang tak bisa diabaikan.
Di lokasi, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem penyediaan air yang digunakan sekolah. Meski SRMA 45 OKU memanfaatkan sumber air tanah dan tidak terhubung langsung dengan jaringan distribusi Perumda Tirta Raja, pengawasan teknis tetap dilakukan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan teknis agar sistem yang ada berjalan optimal. Mulai dari instalasi pompa, bak penampungan, hingga jaringan distribusi internal tak luput dari pemeriksaan.
“Kami ingin memastikan air yang digunakan aman, mencukupi, dan sistemnya berfungsi dengan baik. Jangan sampai aktivitas belajar terganggu hanya karena persoalan teknis,” ujar salah satu pejabat di sela peninjauan.
Sementara itu, Bupati OKU menegaskan bahwa penyediaan sarana dasar pendidikan menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, sekolah bukan hanya soal ruang kelas dan bangunan, tetapi juga soal kelengkapan fasilitas yang mendukung kenyamanan dan kesehatan siswa.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Tanpa itu, aktivitas belajar tentu tidak berjalan maksimal,” tegas Teddy.
Sinergi antara Pemkab OKU dan Perumda Tirta Raja ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat layanan publik, khususnya di sektor pendidikan. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap sekolah memiliki infrastruktur pendukung yang layak dan berkelanjutan.
Dengan pengawasan langsung tersebut, diharapkan SRMA 45 OKU dapat beroperasi tanpa hambatan terkait pasokan air, sehingga proses belajar mengajar berlangsung aman, sehat, dan kondusif bagi para siswa. (*)
