OKU Matangkan Kampung Nelayan Merah Putih, Bupati Teddy Belajar Langsung ke Sukabumi

NASIONAL, OKU34 Dilihat

Lintasharian.com, Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus mematangkan langkah untuk mendukung program nasional ketahanan pangan. Salah satunya dengan melakukan rapat teknis dan kunjungan kerja ke Balai Besar Perikanan Air Tawar (BBPAT) Sukabumi, Rabu (8/4/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd. ini bertujuan memperkuat kesiapan daerah dalam menjadi lokasi pengembangan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan itu, H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd. menegaskan bahwa pengembangan sektor perikanan air tawar di OKU memiliki potensi besar untuk ditingkatkan, baik dari sisi kapasitas produksi maupun kualitas hasil budidaya. Ia menilai, pembelajaran langsung ke BBPAT Sukabumi menjadi langkah strategis untuk mengadopsi teknologi dan sistem budidaya yang telah terbukti berhasil.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di OKU benar-benar matang. Kondisi geografis di Sukabumi cukup mirip dengan wilayah yang akan kami kembangkan, sehingga banyak hal yang bisa kami pelajari,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemkab OKU telah memaparkan rencana tersebut kepada Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebagai tindak lanjut, pihak kementerian dijadwalkan akan melakukan survei ke Desa Lubuk Leban yang diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembelajaran langsung di lapangan, tidak hanya berdasarkan laporan atau kajian tertulis. Ia bersama rombongan meninjau berbagai fasilitas budidaya di BBPAT, mulai dari sistem pembenihan hingga pengelolaan kualitas air dan penerapan teknologi digital dalam pengelolaan perikanan.

“Kami ingin memahami secara utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Tidak cukup hanya teori, tapi bagaimana praktiknya di lapangan bisa kami terapkan di OKU,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab OKU juga membuka peluang kerja sama berkelanjutan dengan BBPAT Sukabumi. Menurutnya, kemajuan sektor perikanan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga teknis, peneliti, hingga masyarakat pembudidaya.

Ia pun menargetkan dalam dua tahun ke depan, sektor perikanan air tawar di OKU mampu berkembang pesat dengan prinsip “Ambil, Tiru, dan Modifikasi” (ATM).

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri dirancang sebagai pembangunan terintegrasi dari hulu hingga hilir, tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Diharapkan, program ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati OKU didampingi sejumlah kepala OPD, di antaranya Ir. H. Muzaim Aliansyah, S.T., M.Si., Imron HS, S.T., M.Si., Brigmand, S.T., M.Si., serta Ir. Joni Saihu, bersama dua tenaga TPPD.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala BBPAT Sukabumi Rokhmad Mohamad Rofiq, S.Pi., M.App.Sc., didampingi Veri Yawansyah, S.E., M.Si., Muhammad Nurdin, S.Pi., M.Si., Dian Hardiantho, S.Pi., M.Si., Dasu Rohmana, S.Pi., M.Si., serta Ayi Santika, S.Pi., M.Si.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga berkeliling area BBPAT Sukabumi seluas 26 hektare dan meninjau berbagai unit budidaya, mulai dari pembenihan ikan nila, lele, koi, hingga teknologi pendukung lainnya.(*)