SPMB Diawasi Ketat, Kadisdik OKU: Jangan Ada Pungli Sepeser Pun

PENDIDIKAN518 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Komitmen menciptakan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang bersih tanpa pungutan liar ditegaskan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Penegasan tersebut sesuai arahan Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah melalui Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman, S.Ag., M.Si., dalam kegiatan pembinaan awal tahun dan halal bihalal Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se Kabupaten OKU Sabtu (11/4), di aula Kantor Camat Lubuk Batang.

Kegiatan yang mengusung tema memperkuat sinergi dan silaturahmi menuju pendidikan OKU yang lebih baik ini dihadiri Kabid Pembinaan dan Pelayanan SD Disdik OKU, Hendri Wijaya, S.Ag., M.Si.; Kabid PTK Disdik OKU, Tammeiri, S.H., M.M.; Kasi PTK SD Disdik OKU, Sahri, S.E., M.Pd.; serta Ketua K3S OKU, Drs. Amrullah, S.Pd.I., M.M., dan diikuti seluruh kepala SD se-Kabupaten OKU.

Dalam arahannya, Kadarisman menegaskan bahwa seluruh sekolah wajib mematuhi aturan dalam pelaksanaan SPMB, terutama terkait larangan pungutan liar yang telah dituangkan dalam surat edaran resmi.

“Kami tegaskan, jangan sampai ada pungutan liar dalam bentuk apa pun. Pelaksanaan SPMB harus bersih dan transparan. Ini menjadi perhatian serius dan akan diawasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan sekolah-sekolah yang berada di wilayah perkotaan dan memiliki jumlah peminat tinggi agar tidak melakukan praktik menyimpang selama proses penerimaan siswa baru.

“Sekolah yang banyak diminati jangan mencoba mencari celah. Semua harus sesuai aturan, baik dari sisi daya tampung maupun jumlah rombongan belajar. Jangan sampai melebihi kapasitas yang telah ditetapkan oleh BPMP Sumsel. Orang tua murid juga jangan memaksakan diri untuk memasukkan anaknya ke sekolah yang sudah melebihi daya tampung, sebab bisa berakibat anak tersebut tidak tercatat di Dapodik dan tidak mendapatkan ijazah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kadarisman meminta pihak sekolah untuk aktif memberikan pemahaman kepada orang tua siswa agar tidak memaksakan anak masuk ke sekolah tertentu. Ia menegaskan, saat ini tidak ada lagi istilah sekolah favorit.

“Semua sekolah memiliki kedudukan yang sama. Tidak boleh ada siswa titipan. Jika dipaksakan, bisa berdampak pada administrasi siswa itu sendiri. Kita ingin pemerataan kualitas pendidikan tanpa kesenjangan,” ungkapnya.

Kadarisman juga menghimbau para orang tua agar memilih sekolah terdekat dari rumah masing masing. “Kami himbau pada saat SPMB nanti agar orang tua mendaftarkan anaknya di sekolah terdekat dari rumah masing masing”, pintanya.

Selain menyoroti SPMB, Kadarisman juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin yang mampu mengelola seluruh aspek sekolah, mulai dari kurikulum, administrasi hingga keuangan.

“Kepala sekolah harus memiliki jiwa kepemimpinan dan memahami semua aspek. Jaga kekompakan dengan guru, karena jika terjadi konflik, dampaknya akan dirasakan oleh siswa. Jika ada persoalan, selesaikan dengan baik atau koordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” pesannya.

Terkait sarana dan prasarana, ia mengingatkan agar sekolah segera mengusulkan perbaikan jika terdapat kerusakan bangunan melalui sistem aplikasi yang telah disediakan.

“Jika ada bangunan rusak, segera diusulkan melalui aplikasi. Operator sekolah harus aktif menginput. Jika tidak diusulkan, tentu tidak akan diproses. Silakan berkoordinasi dengan bidang terkait jika ada yang belum dipahami,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih solid antara kepala sekolah dan Dinas Pendidikan, sekaligus menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten OKU. (jpn)