Lintasharian.com, Baturaja – Titik rawan banjir di kawasan Jalan Dr. Mohammad Hatta, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, akhirnya mendapat perhatian serius. Pemerintah Kabupaten OKU bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) memastikan penanganan segera dilakukan melalui penyedotan air serta pembangunan box culvert baru.
Selama ini, kawasan di sekitar KUA Baturaja Timur Al Ma’arif kerap tergenang setiap hujan deras mengguyur. Kondisi tersebut dipicu oleh kapasitas saluran drainase yang tidak lagi mampu menampung debit air, terutama pada gorong-gorong yang berada tepat di bawah ruas Jalan Lintas Sumatera.
Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, mengungkapkan bahwa persoalan utama bukan sekadar genangan air, melainkan keterbatasan fungsi gorong-gorong yang ada saat ini. Di sisi lain, lokasi tersebut berada di jalan nasional, sehingga penanganannya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BBPJN.
“Kita sudah lama berkoordinasi. Karena ini masuk jalan nasional, maka perbaikannya harus melibatkan balai jalan. Insyaallah tahun ini akan dilakukan pembongkaran dan pembangunan ulang,” ujar Teddy.
Menurutnya, Pemkab OKU tidak tinggal diam. Berbagai langkah sudah dilakukan, mulai dari pengusulan hingga koordinasi lintas instansi sejak beberapa tahun terakhir. Namun prosesnya memang membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan dan kewenangan pemerintah pusat.
Kepala Bappelitbangda OKU, Yoyin Arifianto, menjelaskan bahwa usulan pembangunan box culvert telah diajukan sejak 2023 oleh Dinas PUPR OKU. Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan pengajuan ulang pada 2024 dan 2025, termasuk dukungan dari berbagai pihak terdampak seperti pemerintah kelurahan, desa, hingga institusi pendidikan di sekitar lokasi.
“Prosesnya panjang karena menyangkut jalan nasional. Tapi alhamdulillah, hasil koordinasi terakhir menunjukkan progres positif. Box culvert dengan ukuran 1,5 meter sudah dipesan,” jelas Yoyin.
Ia menambahkan, pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai setelah arus mudik Lebaran 2026 selesai, guna menghindari gangguan lalu lintas di jalur utama tersebut.
Sementara itu, sebelum proyek permanen direalisasikan, Pemkab OKU melalui BPBD terus melakukan penanganan darurat. Setiap kali terjadi genangan, petugas langsung diterjunkan untuk melakukan penyedotan air dan pembersihan drainase.
Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, menyebutkan bahwa pihaknya rutin menurunkan personel lengkap dengan peralatan seperti mesin pompa dan mobil tangki.
“Kami fokus di titik sumbatan. Setiap ada genangan, langsung dilakukan penyedotan. Bahkan sebelumnya kami juga sudah turun bersama pihak BBPJN untuk pengukuran lokasi. Mudah-mudahan April ini sudah mulai dikerjakan,” katanya.
Dengan langkah terpadu antara pemerintah daerah dan pusat ini, diharapkan persoalan banjir yang selama ini meresahkan warga Sukaraya bisa segera teratasi secara permanen.(*)
