Tangis Bahagia Pecah, Beasiswa Kedokteran Buka Jalan Anak-anak Kurang Mampu OKU

OKU77 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Harapan besar terpancar dari wajah enam pelajar berprestasi asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) saat bertemu langsung dengan Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, di Rumah Dinas Bupati, Sabtu (20/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momen istimewa bagi mereka yang tengah berjuang menggapai cita-cita menjadi dokter melalui Program Beasiswa Kedokteran Pemkab OKU.

Bagi keenam pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu itu, kesempatan mengikuti program beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan. Program tersebut menjadi jalan untuk mewujudkan impian yang selama ini terasa jauh karena keterbatasan ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Teddy Meilwansyah memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap percaya diri dan tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai penghalang meraih masa depan.

“Jangan pernah merasa minder karena berasal dari keluarga sederhana. Teruslah belajar dan berjuang. Prestasi, kerja keras, serta tekad yang kuat akan membawa kalian menuju cita-cita. Pemerintah hadir untuk membuka kesempatan itu,” ujar Teddy.

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan. Dari 19 pendaftar yang mengikuti tahapan awal, hanya enam peserta yang berhasil lolos setelah melalui verifikasi administrasi, survei lapangan, dan penilaian sesuai kriteria program.

Menurut Teddy, beasiswa kedokteran yang digagas Pemkab OKU merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu generasi muda berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap memperoleh akses pendidikan tinggi.

“Program ini bukan hadiah, melainkan peluang yang harus diperjuangkan. Seluruh proses berjalan objektif tanpa campur tangan pihak mana pun. Nanti hasil akhirnya akan ditentukan berdasarkan kemampuan peserta saat mengikuti seleksi masuk di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tegasnya.

Saat ini, OKU memperoleh kuota dua mahasiswa untuk program tersebut. Namun Teddy memastikan pemerintah daerah akan berupaya mengajukan tambahan kuota apabila seluruh peserta mampu memenuhi standar nilai yang ditetapkan pihak perguruan tinggi.

“Kita memang mendapatkan kuota dua orang. Tetapi apabila seluruh peserta mampu mencapai passing grade yang ditentukan, kami akan berusaha memperjuangkan agar jumlah penerima bisa bertambah,” katanya.

Kabar tersebut disambut antusias oleh para peserta dan orang tua yang hadir. Mereka berharap kesempatan itu dapat membuka jalan bagi lebih banyak anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan kedokteran.

Pemkab OKU juga memastikan seluruh kebutuhan pendidikan penerima beasiswa akan ditanggung, mulai dari biaya kuliah, biaya hidup hingga tempat tinggal selama menjalani masa studi. Para peserta hanya diminta fokus belajar dan menyelesaikan pendidikan dengan baik sebelum kembali mengabdi di daerah asalnya.

“Kami ingin lahir dokter-dokter muda dari OKU yang berasal dari keluarga sederhana. Semoga suatu hari nanti mereka bisa menjadi inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh mematikan cita-cita,” ungkap Teddy.

Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut ketika Erika Juwita, siswi SMA Negeri 18 OKU asal Unit 14 Sinar Peninjauan, menyampaikan kisah perjuangannya. Dengan suara terbata-bata, ia mengaku telah bercita-cita menjadi dokter sejak kecil, namun kondisi ekonomi keluarga membuat impian itu terasa sulit diwujudkan.

“Sejak kecil saya ingin menjadi dokter. Tetapi karena keadaan keluarga, saya sering merasa cita-cita itu terlalu tinggi untuk diraih. Program beasiswa ini memberi harapan baru yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan,” ujarnya sambil menahan air mata.

Rasa syukur juga diungkapkan Leni Hartati, warga Batukuning yang merupakan salah satu orang tua peserta. Ia mengaku tidak pernah membayangkan anaknya memiliki peluang untuk menempuh pendidikan kedokteran yang selama ini identik dengan biaya tinggi.

“Kami sangat bersyukur. Selama ini pendidikan kedokteran hanya bisa kami lihat dari jauh karena biayanya sangat besar. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten OKU yang telah membuka kesempatan bagi anak-anak kami,” tuturnya.

Program Beasiswa Kedokteran Pemkab OKU akan memasuki tahapan pendaftaran pada Senin (22/6/2026). Sebelum mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, para peserta juga akan mendapatkan pembinaan dan bimbingan belajar intensif yang bekerja sama dengan lembaga kursus Genza di bawah binaan Bagus Suparyono.

Di balik proses seleksi dan keterbatasan kuota yang tersedia, tersimpan semangat besar dari anak-anak yang tidak menyerah pada keadaan. Program ini menjadi bukti bahwa dengan kesempatan yang tepat, mimpi untuk mengenakan jas putih dan mengabdi sebagai dokter bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. (*)