186 Guru SD di OKU Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris, Kadisdik: Penting Hadapi Mapel Wajib 2027

PENDIDIKAN50 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Peningkatan mutu pengajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar menjadi perhatian serius di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Hal ini terlihat dari antusiasme ratusan guru yang mengikuti Pelatihan Program Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Royal School, Selasa (7/4/2026), di Ballroom The Zuri Hotel Baturaja.

Sebanyak 186 guru Bahasa Inggris dari SD negeri dan swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan OKU ambil bagian dalam kegiatan ini. Pelatihan tersebut turut dihadiri Owner Royal School sekaligus trainer, Mr. Syed Maarab Ali Bukhari, Pengelola Royal School Rika Anggraini S.E., serta Kabid Pembinaan dan Pelayanan SD Disdik OKU Hendri Wijaya S.Ag., M.Si.

Pengelola Royal School, Rika Anggraini, menyampaikan bahwa program bertajuk English Teacher Development Program Level 1 ini berlangsung selama dua hari, 7 hingga 8 April 2026. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan dasar hingga praktik mengajar Bahasa Inggris yang efektif di kelas.

“Di hari pertama, peserta difokuskan pada peningkatan kemampuan English Pronunciation & Clarity. Sedangkan hari kedua lebih menitikberatkan pada Classroom Sentence Modeling agar guru lebih percaya diri dalam berkomunikasi saat mengajar,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman S.Ag., M.Si., memberikan apresiasi atas inisiatif Royal School dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik, khususnya guru Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.

“Atas nama Dinas Pendidikan, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan kompetensi guru di OKU,” ujarnya.

Ia menilai pelatihan ini sangat relevan dengan arah kebijakan pemerintah pusat. Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, mata pelajaran Bahasa Inggris akan mulai diberlakukan sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 – 6 SD pada tahun ajaran 2027/2028.

“Artinya, guru harus benar-benar siap, baik dari segi kemampuan maupun metode pembelajaran. Pelatihan seperti ini menjadi sangat penting dan tepat sasaran,” tegas Kadarisman.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar peningkatan kompetensi guru dapat berjalan optimal dan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan serta prestasi siswa.

Di akhir rangkaian kegiatan, seluruh peserta juga dijadwalkan mengikuti tes TOEFL Prediction sebagai bagian dari pemetaan kemampuan Bahasa Inggris guru di Kabupaten OKU.

Kadarisman pun berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Ia optimistis, peningkatan kompetensi guru akan berbanding lurus dengan lahirnya generasi unggul di masa depan.

“Dengan kemampuan yang terus diasah, bukan tidak mungkin dari kelas-kelas yang bapak dan ibu ajar akan lahir generasi penerus yang mampu membawa kemajuan di masa mendatang,” pungkasnya. (jpn)