SPMB 2026 di Baturaja Timur Resmi Disosialisasikan, Ada Jalur Baru dan Aturan Baru

PENDIDIKAN128 Dilihat

Lintasharian.com, Baturaja – Tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kecamatan Baturaja Timur mulai mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula SMAN 4 OKU, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah SMP negeri se-Kecamatan Baturaja Timur bersama tim SPMB dari masing-masing sekolah. Sosialisasi dilakukan guna memberikan pemahaman terkait mekanisme penerimaan siswa baru, jalur seleksi, hingga sejumlah perubahan aturan pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

Tiga sekolah yang terlibat dalam kegiatan itu yakni SMAN 1 OKU, SMAN 4 OKU, dan SMAN 5 OKU. Seluruh panitia dari masing-masing sekolah turut hadir menyampaikan informasi teknis kepada peserta sosialisasi.

Kepala SMAN 4 OKU, Hj. Jumiati SPd MM mengatakan, pelaksanaan SPMB tahun 2026 menghadirkan sejumlah perubahan dibanding tahun sebelumnya, termasuk sistem pendaftaran yang kini dibuat lebih terintegrasi dan mudah diakses masyarakat.

“Pada tahun ini, proses pendaftaran di SMAN 1, SMAN 4, dan SMAN 5 OKU menggunakan satu website bersama, sehingga calon peserta didik maupun orang tua lebih mudah memperoleh informasi serta melakukan pendaftaran secara online,” ujarnya.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengakses jadwal pendaftaran, persyaratan, hingga tahapan seleksi dalam satu layanan terpadu.

Jumiati menjelaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama meliputi jalur domisili, afirmasi, mutasi, prestasi akademik, prestasi nonakademik, serta jalur nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pendaftaran tahap pertama dibuka pada 25, 26, 29, 30 Mei serta 2 dan 3 Juni 2026.

Sementara tahap kedua dilaksanakan melalui jalur tes akademik dengan jadwal pendaftaran dibuka pada 15 hingga 18 Juni 2026.

Selain jadwal dan mekanisme baru, terdapat pula penyesuaian aturan pada beberapa jalur penerimaan. Salah satunya jalur afirmasi yang kini hanya diperuntukkan bagi calon peserta didik dengan kartu keluarga wilayah Baturaja Timur.

“Jika sebelumnya masih dapat diikuti peserta dari berbagai wilayah, tahun ini ada penyesuaian sesuai ketentuan terbaru,” jelasnya.

Panitia juga menambahkan adanya jalur berbasis nilai TKA yang menjadi salah satu dasar penilaian dalam proses seleksi calon peserta didik baru. Sedangkan untuk jalur mutasi, peserta minimal berasal dari perpindahan antarkabupaten.

Dalam pelaksanaannya, panitia memastikan seluruh proses penerimaan dilakukan secara terbuka dan transparan. Pendaftaran dilakukan secara daring, sedangkan proses verifikasi berkas tetap dilaksanakan secara langsung di sekolah sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

“Hasil seleksi nantinya diumumkan secara online dan juga ditempel di sekolah agar dapat diketahui masyarakat secara terbuka,” katanya.

Meski sistem pendaftaran dilakukan secara digital, panitia mengakui masih ada sejumlah kendala yang kerap dihadapi masyarakat, mulai dari berkas persyaratan yang belum lengkap hingga jaringan internet yang kurang stabil saat proses pendaftaran berlangsung.

Sebagai langkah antisipasi, panitia SPMB telah menyiapkan tim pendamping yang bertugas memberikan informasi serta membantu masyarakat selama proses pendaftaran berlangsung.

Jumiati berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat membantu pihak SMP menyampaikan informasi yang benar dan jelas kepada siswa maupun orang tua, sehingga pelaksanaan SPMB tahun 2026 dapat berjalan lancar sesuai ketentuan.

“Kami berharap seluruh informasi yang diterima masyarakat tidak simpang siur. Panitia juga berkomitmen melaksanakan proses penerimaan secara tertib, transparan, dan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” tutupnya. (jpn)